Indonesia Resmi Masuk Resesi, Kita Harus Gimana?

Akhirnya ekonomi negara kita sudah terkena dampak akibat dari Corona yang menyerang sejak bulan Maret 2020 lalu. Di informasikan dari Menkeu, Indonesia resmi masuk resesi karena pertumbuhan ekonomi tercatat minus yaitu minus di angka 5 persenan pada kuartal ke II tahun 2020.

Pemerintah mengklaim bahwa walaupun Indonesia telah masuk masa resesi, namun hal ini harus di lihat dari perspektif yang lebih luas lagi. Karena walaupun faktanya Indonesia kena resesi, bukan berarti berdampak pada semua masyarakat secara langsung.

Lalu di Pasar Tradisional Gimana?

Resesi Indonesia sepertinya tidak terlalu berdampak pada kegiatan pasar tradisional kita untuk saat ini. Jika menurut informasi yang ada, kegiatan perekonomian akan tetap berjalan, namun ada penurunan secara bertahap dalam skala retail.

Resesi Itu Apa?

Sudah bicara panjang lebar tapi bagi yang belum tahu resesi itu apa… jadi resesi adalah suatu waktu dimana terjadinya penurunan yang sangat signifikan dalam kegiatan ekonomi yang biasanya terjadi dalam jangka menengah atau panjang.

Kegiatan ekonomi itu apa saja? Diantaranya seperti melakukan penjualan langsung, pembelian langsung, retail, dan seluruh kegiatan yang menghasilkan uang dan berdampak pada pendapatan atau pengeluaran.

Efek Resesi

Biasanya resesi akan lebih terlihat di klaster perusahaan. Karena banyak karyawan swasta yang akan mengalami PHK karena adanya efisensi dari perusahaan. Sedangkan persusahaan mau tidak mau harus memutus kerja karyawan yang volumenya bisa kecil atau menengah, dengan harapan mengurangi pengeluaran atau memotong pengeluaran perusahaan.

Dalam perdagangan retail resesi mungkin akan terlihat cepat atau lambat. Karena ketika suatu permintaan yang sangat besar dari market dan tidak ada yang bisa menyanggupi permintaan tersebut, mau tidak mau akan terjadi kelangkaan barang yang berbuntut panjang naiknya harga produk atau barang tertentu.

Kegiatan jual beli akan jauh berkurang karena masyarakat akan lebih dominan menyimpan uang ketimbang membelanjakan. Jika ini terjadi, maka resesi angka minusnya akan semakin besar. Oleh karena itu, jika kalian mendapatkan dana BLT dari pemerintah, segera belanjakan ke UMKM secara berkala untuk kebutuhan. Jika ekonomi tidak berputar (uang di belanjakan), maka jurang resesi akan semakin lebar.

Jika kamu mempunyai hutang bank atau pinjaman, pastikan bisa membayar tepat waktu atau langsung disegerakan agar melunasi hutangnya. Pastikan kamu tidak nunggak karena besarnya bunga kemungkinan akan sangat besar ketika resesi melanda.

Yang Bisa Dilakukan

Hal yang bisa kita lakukan sebagai lapisan masyarakat dengan gaji rata-rata UMR adalah mengalokasikan sebagian uangnya untuk dibelanjakan ke usaha UMKM secara merata. Tidak harus setiap hari, minimal sisihkan sebagian agar keuangan bisa berputar siklusnya. Jangan terlalu takut untuk belanja ya.

Baca juga : Yuk mari menghemat masker bedah untuk cegah Covid!

Leave a Comment