September 29, 2022
flexing

flexing

Tahun 2022 ini kita dikejutkan beberapa kasus yang cukup fenomenal, terkait dengan istilah flexing atau pamer kekayaan. Hal ini bagi saya menimbulkan pertanyaan, sebenarnya kaum muda sekarang mau kaya atau mau terlihat kaya sih? Tradisi flexing sudah berlebihan.

Tradisi Flexing

Jadi jangan heran 3 tahun terakhir ini sudah banyak pada kaum millenial yang mulai membiasakan diri dengan budaya flexing. Secara singkat flexing itu sama saja dengan pamer. Pamer di sini lebih di definisikan dengan pamer harta, kekayaan, dan kekuasaan (jika ada). Bukan hanya jadi tontonan saja, bahkan flexing di dunia entertainment khususnya Youtube sudah menjadi salah satu bumbu dapur.

Jadi jangan heran kalau kamu lihat di beberapa Youtube channel yang subscribernya lumayan berkembang mereka cenderung melakukan kegiatan yang kadang berakhir dengan flexing dan sandiwara semata.

Gaya Hidup

Dengan populernya tradisi flexing dan sehubungan dengan adanya Covid19 ini di Indonesia, secara tidak langsung hal itu membuat kebanyakan masyarakat kita yang lebih sering di rumah atau memang tidak diperbolehkan bekerja atau berkegiatan di luar, melihat tradisi flexing yang kini kian erat dan benar-benar selalu ditampilkan oleh para konten kreator baik itu langsung maupun tidak langsung.

Baca jug : Distro Ini Bisa Digunakan Sebagai Alternatif CentOS

Secara mental, jika konten yang mengandung flexing selalu ditampilkan terus menerus dan masyarakat lebih cenderung menikmati konten tersebut, ada kemungkinan jika iman kurang kuat dan prinsip kurang kuat, bisa jadi gaya hidup bisa berubah.

Pesan buat kamu, jangan terlalu mengikuti gaya flexing dan menonton konten flexing. Bercita-citalah menjadi kaya, bukan terlihat seperti orang kaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.